Home » Berita » Uncategorized » Junjung Kearifan Lokal, P3A Riam Benuang Gelar Ritual Adat Nyangahatn Sebelum Mulai Pekerjaan Fisik P3-TGAI TA 2026

Junjung Kearifan Lokal, P3A Riam Benuang Gelar Ritual Adat Nyangahatn Sebelum Mulai Pekerjaan Fisik P3-TGAI TA 2026

Oleh

pemdesbenuang

Ritual Adat Nyagaha'nt sebelum mulai kerja

BENUANG, (desabenuang.com) – Menjunjung tinggi tradisi dan nilai kearifan lokal, Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Riam Benuang menggelar ritual adat Nyangahatn sebelum secara resmi mengawali pengerjaan fisik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di wilayah RT 001/RW 001, Desa Benuang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat ini dilanjutkan dengan pengerjaan awal berupa pembuatan pintu air dan penggalian saluran untuk pemasangan pracetak (precast).

Perangkat Adat Ritual Nyagaha’nt

Memohon Keselamatan dan Kelancaran

Ritual adat Nyangahatn doa tradisi masyarakat Dayak dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur, penghormatan kepada alam, serta permohonan keselamatan kepada Sang Pencipta agar seluruh proses pembangunan fisik irigasi berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Benuang.

Setelah prosesi adat selesai dilangsungkan dengan khidmat, para pengurus dan anggota kelompok P3A Riam Benuang bersatu padu melangkah ke lokasi pengerjaan untuk memulai penggalian tanah dan penataan struktur awal.

Sinergi Tradisi dan Pembangunan Modern

Pembuatan pintu air dan galian pracetak ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembagian air ke lahan pertanian warga. Penggunaan struktur pracetak diharapkan dapat menekan tingkat kebocoran air, memperlancar arus irigasi, serta mempermudah pengaturan debit air secara presisi saat musim tanam tiba.

Seluruh kegiatan dikerjakan secara swakelola oleh anggota P3A Riam Benuang dengan pendampingan teknis dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Pendampingan ini memastikan bahwa selain memegang teguh nilai adat dan budaya lokal, kualitas serta spesifikasi teknis bangunan tetap memenuhi standar yang ditetapkan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I.

Pemerintah Desa Benuang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keharmonisan antara nilai budaya dan semangat pembangunan ini. Diharapkan sinergi gotong royong yang diawali dengan doa adat ini menghasilkan infrastruktur irigasi yang kokoh demi mendongkrak produktivitas panen serta kesejahteraan petani di Desa Benuang.

Share:

Tinggalkan komentar