Home » Berita » Berita Desa » Kades Benuang Andreas, SP, Menghadiri dan Membuka Kegiatan FGD Aliansi Perempuan Kalimantan untuk perdamaian dan kesetaraan gender (Alpekaje) di Desa Benuang Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah

Kades Benuang Andreas, SP, Menghadiri dan Membuka Kegiatan FGD Aliansi Perempuan Kalimantan untuk perdamaian dan kesetaraan gender (Alpekaje) di Desa Benuang Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah

Oleh

Deni Trius

Desa Benuang – Bertempat di lantai dua gedung balai pertemuan dan training center kantor desa benuang, Andreas, SP menghadiri kegiatan focus grup diskusi atau FGD yang diselenggarakan oleh Alpekaje bekerja sama dengan pemerintah Desa Benuang. Jumat, 09/08/24 diskusi grup terfokus dengan topik “mendorong kebijakan lokal yang responsif gender dan dampak perubahan iklim” acara dibuka oleh Andreas, SP selaku kepala desa Benuang yang sekaligus sebagai penyampai materi pertama dengan tema presentasi ” Kebijakan Lokal Desa Benuang yang Responsif Gender”. Dalam presentasinya, kepala desa Benuang menyebutkan bahwa peran perempuan sangat strategis sebagai agen perubahan, perempuan tidak boleh didiskriminasi dengan pameo di dapur, di sumur dan di kasur, namun kaum perempuan harus pro aktif dalam isu isu penting dunia, baik ekonomi, politik, sosial dan budaya. Kusus di desa Benuang, perempuan telah lama berpartisipasi aktif dalam mengurus desa, perempuan hadir dan ikut berpikir dalam musyawarah desa, dalam musrenbang harus ada keterwakilan perempuan minimal 30℅ , di desa Benuang kesetaraan gender sudah cukup baik, ada 4 orang perempuan dalam keanggotaan BPD, ada ketua RT, perempuan, ada 3 perangkat desa perempuan, dan ada satu kelompok wanita tani (kwt). Banyak kebijakan besar desa berasal dari usulan kaum perempuan misalnya Perdes tentang ternak lepas, larangan menuba ikan, anggaran posyandu, poskesdes, posyandu remaja. perempuan desa Benuang ikut menjaga kelestarian alam dengan berkebun sayur organik, menanam pohon buah-buahan, tidak membakar lahan dalam proses bercocok tanam.

Selanjutnya tim Alpekaje yang dipimpin oleh ibu Yati Noberta dan Hariyanto berdiskusi dengan kelompok diskusi perwakilan perangkat desa, tokoh kunci desa, BPD, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan dengan bahasan Gedesi dalam pembangunan, dampak perubahan iklim pada keberlanjutan pangan dan perempuan, FGD terfokus, pemetaan isu gender dan perubahan iklim di desa dan ditutup dengan RKTL. Kegiatan FGD ini dilaksanakan di tiga tempat di pulau Kalimantan, yakni di Kalimantan Barat di desa Benuang, di desa Lua Gagak Kalimantan Timur, dan di desa Kereng Bangkirai Kalimantan Tengah.

Hasil yang diharapkan dari FGD ini adalah untuk menggali persoalan, kendala dan hambatan bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam  kegiatan pembangunan dan peran apa saja yang sudah mereka lakukan selama ini. Hasil FGD juga diharapkan mampu memberikan rekomendasi untuk perubahan kebijakan atau peraturan desa dan mengintegrasikan GEDESI dan dampak perubahan iklim. Kegiatan FGD diakhiri pukul 16.00 wib dengan RKTL.

Share:

Tinggalkan komentar